Aksi Demo Yang Direncanakan Oleh Karyawan Maspion Batal

KA

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Rencana demo besar-besaran yang bakal dilaksanakan karyawan PT Masipon Grup dipastikan batal. Ini menyusul, adanya mediasi antara perwakilan manajemen perusahaan dan perwakilan para buruh. “Berdasarkan pemberitahuan dari Polda Jatim, rencana aksi demo buruh besar-besaran batal,” terang Kapolres Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir saat memberikan konfirmasi, Rabu (12/10/2016).

Lebih jauh, Kapolres Sidoarjo memastikan soal rencana aksi unjuk rasa seluruh pekerja Maspion Group yang dilaksanakan selama dua hari yakni Rabu (12/10/2016) dan Kamis (13/10/2016) batal. Hal itu setelah adanya mediasi antara perwakilan pekerja dan pihak PT. Maspion Group.

AKBP Muhammad Anwar Nasir memastikan dalam rencana aksi demo itu diperkirakan bakal ada sekitar 20.000 pekerja. Namun hal itu sudah diantisipasi terlebih dahulu. Apalagi, dampak yang akan terjadi saat unjuk rasa berlangsung juga bisa menimbulkan kemacetan dan lainnya. “Hasil keputusan kemarin, ada beberapa poin yang sudah disepakati antara buruh dan perusahaan. Yang terpenting rencana unjuk rasa yang dijadwalkan hari ini dan besok tidak jadi terlaksana,” tegasnya.

Berbagai upaya preventif sudah dilakukan, mengingat massa aksi yang cukup besar. Sehingga jika demo direalisasikan maka akan berdampak  kemacetan yang luar biasa. “Oleh karenanya, dari awal sudah dilakukan mediasi. Hasilnya sudah disetujui mereka antara pekerja dan perusahaan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Serikat Pekerja Logam , Elektronik dan Mesin (SPSI) Maspion Group berencana menggelar aksi di beberapa perusahaan milik Maspion Group. Diantaranya, PT Maspion I (Sidoarjo), PT Indal Alumunium Industry Tbk (Sidoarjo), PT Alumindo LMI, Tbk (Sidoarjo), PT Maspion II, PT Maspion III, PT Maspion IV (Sidoarjo) dan PT Maspion V (Gresik).

Dalam aksinya, ditengarai masalah hubungan industrial di Maspion Group yang tidak ada penyelesaian meski sudah sampai pada pertemuan Tripartite (Sidang Mediasi). Dari beberapa poin, para buruh menuntut Manajemen Maspion Group harus membayar upah libur di hari kerja normatifnya (Senin sampai Jumat) sesuai dengan Perundang-undangan serta Maspion Group membayar upah lembur di hari libur (Sabtu dan Minggu) dengan upah paket per jam serta uang pensiun dan PPJP.