Curi Tembaga, Buruh Pabrik Ditangkap Polisi

tersangka-maling-tembaga

TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Polsek Gedangan Polresta Sidoarjo sukses meringkus empat orang maling tembaga di PT Pakarti Riken yang berlokasi di desa Keboansikep. Barang bukti kejahatan berupa 90 kg tembaga juga berhasil diamankan.

“Baru segitu yang bisa mereka dapatkan sebulan terakhir ini. Biasanya mereka mengambil 200 kg tembaga per bulannya. Aksi itu sudah mereka lakukan selama 4 tahun,” jelas Kanit Reskrim Polsek Gedangan Polresta Sidoarjo IPDA Agus Supratman, Rabu (04/01/2017).

Para tersangka itu antara lain S alias Mentok warga Desa Selotapak Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Ia dibantu F alias Mbah (44) warga Jl Durian Desa Seruni Kecamatan Gedangan. Tersangka lainnya adalah C I alias Gepeng (43) warga Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Mereka bertiga adalah karyawan pabrik pengecoran mesin mobil dan sepeda motor itu. Satu lagi tersangka lainnya adalah teman ketiga tersangka yaitu A S alias Andik (38), warga Dusun Congkop Desa Keboansikep Kecamatan Gedangan.

IPDA Agus Supratman menjelaskan pencurian itu dilakukan para tersangka sejak 2012 lalu. Dalam aksinya S dan F yang bekerja di bagian pengecoran mesin bertugas melakukan eksekusi. Keduanya mengelabui perusahaan dengan mengurangi kandungan tembaga yang digunakan untuk bahan cor mesin.

“Biasanya, untuk satu kali mengecor membutuhkan 10 kilogram tembaga. Namun, oleh tersangka dikurangi sekitar satu kilogram hingga dua kilogram tembaga. Makanya perusahaan dirugikan,” imbuhnya.

Setelah selesai bekerja kedua tersangka menaruh barang curiannya di almari milik tersangka C I alias Gepeng yang bekerja sebagai pengawas bagian produksi supaya tidak dicurigai. “Setelah terkumpul dan dirasa cukup banyak, Gepeng bertugas mengoper tembaga curian itu ke tersangka Andik. Caranya, tersangka Gepeng melihat situasi di lingkungan pabrik lebih dulu,” urainya.

Setelah dirasa aman, tersangka mengambil tembaga sedikit demi sedikit kemudian dinaikkan ke tower pabrik. Dari sana tembaga itu dilempar ke luar tembok pabrik. Disana sudah ada tersangka Andik menunggu barang curian itu dan diangkut menggunakan motor.

Berdasarkan keterangan ke penyidik, tersangka menjual barang curian itu ke seseorang di wilayah Kecamatan Taman dengan harga Rp 55 ribu/kg. “Sekarang kami masih mengejar penadah tembaga curian sebagai pengembangan perkara ini,” katanya lagi.

Aksi tersebut baru diketahui setelah salah satu satpam secara tidak sengaja melihat tembaga di semak-semak pinggir tembok pabrik. Satpam ini menunggu di depan barang dan melihat tersangka Andik yang hendak ke lokasi.

“Satpam pabrik itu yang melaporkan temuan tersebut ke Polisi. Berbekal informasi tersebut, Polisi akhirnya menangkap Andik, kemudian menangkap tersangka yang lain,” ungkapnya.

Gepeng mengaku, uang hasil penjualan tembaga itu digunakan keempat tersangka bersama-sama. “Kami gunakan hasil itu untuk karaoke di Sidoarjo dan luar kota. Pokoknya hura-hura,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*