Dua Pemuda Spesialis Perampas Motor Dengan Melempar Paving Diringkus Unit Reskrim Polsek Tanggulangin

Tanggul

TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Dua pemuda yaitu inisial J R (20) warga Dusun Wates Desa Kedensari dan H P (24) warga Desa Kludan Kecamatan Tanggulangin dijebloskan ke penjara Polsek Tanggulangin. Kedua tersangka, terlibat pencurian dengan kekerasan terhadap Dicky Reynaldi (20) warga Dusun Jati Alun-Alun Desa Bancang Kecamatan Prambon saat mengendarai motor dengan membonceng rekannya Rasco Arbadi (16). Motor korban dirampas tersangka saat melintasi di JL Raya Wates – Kedensari. Akibatnya Dicky Reynaldi mengalami luka memar  di bagian punggung karena lemparan batu paving tersangka.

Kapolsek Tanggulangin Kompol Sirdi menceritakan kasus pencurian dan kekerasan itu bermula saat korban berboncengan dengan temannya. Kedua korban berboncengan mengendarai 1 unit motor Honda Beat Bernopol W 4491 WS menuju warkop di daerah Candi untuk membeli kopi. Setibanya di SPBU kawasan Dusun Wates, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, korban menghentikan laju motor untuk membeli bensin. Setelah mengisi bensin, di depan halaman SPBU itu, tiba-tiba dihadang kedua tersangka dan dilempari batu paving.

“Sebenarnya korban ini bersama teman-temannya rombongan touring. Tapi, korban tertinggal dan terpisah dari rombongannya sejauh 4 meter. Saat dilempar batu paving itu, korban menganggap hanya bergurau. Makanya korban tidak menggubrisnya. Namun karena tersangka mengejar korban dan menghentikan laju motor tanpa basa-basi, korban dihujani bogeman mentah seketika korban kaget,” terang Kapolsek Tanggulangin, Rabu (16/11/2016).

Beruntung saat itu korban bisa menghindari pukulan itu karena masih memakai helm. Sayangnya, tersangka semakin kalap dan membabi buta melancarkan pukulan ke korban. Akhirnya, korban terjatuh dari motornya. “Ketika korban terjatuh dari motor, tersangka membawa kabur motor korban melaju kencang ke arah timur Desa Kludan melintasi pinggiran sungai Dusun Wates. Mendapati temannya menjadi korban perampasan, rombongan touring langsung melakukan pengejaran tetapi kehilangan jejak. Kemudian kasus itu dilaporkan ke Polsek Tanggulangin,” imbuhnya.

Kemudian, berdasarkan laporan korban itu, kedua tersangka berhasil ditangkap dirumahnya masing-masing tanpa perlawanan. Dalam kasus perampasan motor ini, kerugian korban sekitar Rp 12,8 juta. “Tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian disertai kekerasan dengan hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan 1 unit motor Honda Beat, 1 buah helm warna biru, 2 buah pecahan paving, 1 kayu berukuran 70 sentimeter disita sebagai barang bukti,” tegasnya.