Kapolri Mengapresiasi Baksos Kesehatan Polri di Jatim yang Diikuti Ribuan Peserta

kapolri

TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengapresiasi acara Bhakti Sosial Kesehatan Polri di Wilayah Polda Jawa Timur yang dilaksanakan di Lapangan Jenggolo Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo pada hari Sabtu (19/11/2016). Alasannya, selain pesertanya mencapai ribuan juga melibatan ratusan dokter dan ribuan tim medis lainnya.

Ribuan peserta itu, diantaranya terbagi ada yang mengikuti sunatan massal, Poli gigi, Poli khusus, operasi katarak, pelayanan KB dan operasi bibir sumbing. Sebagian kegiatan itu, dilaksanakan di Lapangan Jenggolo Kecamatan Gedangan, sebagian digelar di RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong dan RS Bhayangkara Samsoeri.

“Pesertanya mencapai 2.555 orang. Kami melibatkan 302 dokter umum, 67 dokter spesialis, perawat 1.003 orang serta Apoteker 3 orang serta 1.333 orang bidan. Kegiatan dilaksanakan dua hari yakni Jumat-Sabtu (18-19 Nopember),” terang Ketua Panitia Bhakti Sosial Kesehatan Polri di Jatim Kombespol Andi Hartoyo, Sabtu (19/11/2016).

Selain itu, ribuan peserta Baksos itu hasil screening yang melibatan seluruh rumah sakit di Jawa Timur. “Semua berkat bantuan sejumlah pihak yang berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan besar ini,” imbuhnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji menjelaskan kegiatan Baksos Kesehatan Polri itu baru kali pertama dilaksanakan di seluruh Jatim. Akan tetapi, upaya dan kegiatan itu dinilai sebagai bentuk Polisi Berkarya membangun kepercayaan masyarakat. “Agenda strategis yang melibatkan para dokter dan tim medis lainnya kegiatan besar dalam rangka mendekatkan diri Polri ke masyarakat,” tegasnya.

baksos

Sementara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan Bakti Sosial Kesehatan Polri itu salah satu merealisasikan program Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) yang dicanangkannya saat maju menjadi Kapolri. Upaya itu, sebagai budaya (kultur) mengurangi citra negatif Polri di mata masyarakat dan agar Polri tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat. “Ini upaya mendekatkan Polri ke masyarakat. Kalau Polri tak bisa dipercaya akan menjadi repot dalam menjalankan tugas menjaga Kamtibmas yang harus dilaksanakan bersama-sama komponen pemerintah, TNI, dan masyarakat,” ungkapnya.

Kapolri menilai keamanan demo yang melibatkan 200.000-300.000 massa bukan keberhasilan Polri. Akan tetapi, keberhasilan masyarakat yang demo menyuarakan hati nuraninya.

“Kuncinya bagaimana mendapatkan dukungan dan simpati publik (masyarakat) mulai di tingkat atas hingga bawah. Jangan sampai masih ada arogansi polisi. Saya menggulirkan program yang lebih humanis yang bergantung komunitas pendekatannya. Kami memilih masalah kesehatan adalah cross community yang tanpa membeda-bedakan suka, ras dan agama. Makanya yang penting perintah saya seluruh jajaran mengintensifkan kegiatan-kegiatan humanis,” ungkapnya.

Kendati sudah melaksanakan Bakti Sosial Kesehatan Polri selama 4 bulan terakhir, Kapolri menilai hanya di Jawa Timur yang terbesar baik peserta maupun dokter dan tim medisnya mencapai ribuan.

“Kami apresiasi kegiatan Baksos di Jatim ini yang terbesar. Ini karena keseriusan Bapak Kapolda Jatim dan jajarannya. Padahal, dua bulan Kapolda Jatim mau meninggalkan Polri (pensiun). Tapi Kapolda masih berpikir masyarakat di akhir-akhir masa jabatan masih memberikan sumbangsih ke masyarakat. Suksesnya itu, karena dukungan semua pihak. Apalagi peserta diberi bingkisan Tali Asih,” terang Kapolri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*