Kapolri Mengapresiasi dan Bakal Tularkan Inovasi Pelayanan 7 Polres di Jatim

Launching

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian mengapresiasi terobosan tujuh Kepolisian Resor (polres) di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) dalam program inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi (TI). Apresiasi itu disampaikan langsung Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian saat me-launching program inonasi pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) online di Mapolres Sidoarjo pada hari Kamis tanggal 1 September 2016 pukul 15.38 Wib. Ikut hadir pula untuk melaunching adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur.

“Ini merupakan perintah Presiden RI untuk terus meningkatkan pelayanan publik berbasis IT guna memudahkan masyarakat. Inovasi di Polda Jatim paling banyak dan paling baik. Saya ucapkan salut dan terima kasih kepada Kapolda Jatim, Gubernur Jatim dan juga bupati/walikota,” ujar Jenderal Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Disebutkan Kapolri, pengurusan SKCK secara online adalah salah satu dari tujuh program inovasi berbasis IT yang dimiliki polres jajaran Polda Jatim. Kapolri berjanji akan menularkan tujuh inovasi pelayanan yang sudah dilaksanakan di tujuh Polres jajaran Polda Jatim ke seluruh Indonesia.

Launching..

Ketujuh inovasi pelayanan yang diresmikan Kapolri dan Menpan RB itu adalah SKCK Online dan SKCK Keliling Onlien (Polres Sidoarjo), Go SIAP Pelayanan Publik Terintegrasi Berbasis IT (Polres Gresik), We Are Ready dan Kentongan Online Berbasis Android (Polres Jember). Di Polres Malang ada Panic Button On Hand dan Aplikasi Pelayanan Tindak Kriminalitas Berbasis Android. Juga Sistem Operasi Terpadu Online (Soto) di Polres Lamongan, Crime Alarm System dan Aplikasi Pelaporan Berbasis Android (Polres Bojonegoro) serta Sistem Siaga Bumi Wali (SIGI) yakni Informasi Pelayanan Pengaduan Berbasis Android yang dikembangkan di Polres Tuban.

Sementara itu Menpan RB Asman Abnur menegaskan, pihaknya sebagai menteri baru tidak memiliki waktu panjang dalam melaksanakan perbaikan. Ia menambahkan, pihaknya memfokuskan dua upaya perbaikan. Yakni, pelayanan publik berbasis elektronik dan e-budgeting dan e-goverment agar semua bisa dikontrol dan terkontrol. “Pokoknya inovasi pelayanan di Jatim ini akan ditularkan ke seluruh daerah lain agar lahir polisi modern yang berbasis pelayanan cepat,” ujarnya singkat.