Kapolsek Porong Tengahi Permasalahan TKD Kedungsolo

Porong

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Kamis tanggal 4 Agustus 2016 sekitar pukul 09.11 Wib puluhan warga Perum Renojoyo Dusun Kedungkampil Desa Kedungsolo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo berusaha menghalang-halangi tim Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo yang bakal mengukur tanah kas Desa (TKD) dan memasang patok di lahan sengketa itu. Namun, warga yang terprovokasi oknum tokoh masyarakat itu, akhirnya tak bisa berbuat banyak lantaran para petugas itu, hanya memasang patok TKD dari lahan seluas sekitar 10.000 meter persegi yang didalamnya ada TKD seluas sekitar 2.500 meter persegi. Proses pemasangan patok itu, untuk memastikan lahan tukar guling yang sedang diselidiki tim penyidik Kejari Sidoarjo.

Kapolsek Porong Kompol Hery Mulyanto menegaskan maksud dan tujuan warga itu hendak menanyakan ke pihak BPN dan Kejari Sidoarjo terkait rencana kedatangan kedua instansi itu ke Perum Renojoyo. Pertanyaan warga itu, untuk menindaklanjuti proses penyelidikan Kejari Sidoarjo yang tengah mengusut permasalahan tukar guling TKD di Dusun Kedungkampil, Desa Kedungsolo yang kini menjadi permukiman warga Renojoyo (korban lumpur Lapindo) yang berasal dari Desa Renokenongo, Kecamatan Porong itu.

Kompol Hery Mulyanto menambahkan, dalam pemasangan patok itu tim BPN Sidoarjo bersama tim penyidik Kejari Wido Utomo dan Wahyu didampingi Kades Kedungsolo Edi Wahyu Hargono. Mereka melaksanakan pengukuran dan pemasangan patok sesuai kondisi di lapangan. “Memang saat bersamaan ada ketegangan antar warga (pihak pelapor dan warga Perum Renojoyo) di blok J Perum Renojoyo dekat lokasi pengukuran. Tetapi, tidak sampai terjadi kontak fisik. Kegiatan juga berlangsung aman dan terkendali,” pungkasnya.