Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo : Pelaku Begal Kerap Pakai Pistol Mainan

kasat

TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Para pelaku begal atau perampasan kendaraan bermotor di kawasan Sidoarjo selama ini rata-rata menggunakan pistol mainan. Oleh karenanya, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Manang Soebeti meminta para penjual pistol mainan maupun para pengendara motor dan mobil berhati-hati.

Hal ini mengacu pada kasus dua komplotan penjahat yang beraksi di Sidoarjo sepekan belakangan. Modus yang digunakan hampir sama meski sasarannya berbeda. Yakni, menodong korban dengan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) mainan.

“Memang senpinya kebanyakan senpi mainan. Tapi, semua haruslah tetap waspada. Kasus ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk tetap waspada dan berhati-hati,” terang Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti, Kamis (08/12/2016).

Dua kasus belakang berupa perampasan mobil dan perampokan di sebuah koperasi. Paling belakang kasus kawanan pelaku begal beraksi di Jalan Raya Pilang – Tulangan Dusun Banar Desa Pilang Kecamatan Wonoayu, Jumat (02/12/2016) malam.

Kawanan begal yang terdiri dari empat orang ini, modusnya memesan taksi online Uber. Sekawanan begal meminta sopir menjemput di PTC Surabaya untuk mengantarkan ke Pabrik Gula (PG) Tulangan.

Kemudian, di dalam perjalanan kawanan pelaku meminta mobil berhenti untuk menunggu teman yang hendak ikut ke PG Tulangan. Beberapa menit berselang, salah satu pelaku yang duduk di kursi belakang langsung mengalungkan sebilah pisau ke leher pengemudi taksi online. Mereka meminta dia menyerahkan kendaraannya.

Beruntung, aksi komplotan begal ini gagal karena sopir yang diancam mendapat pertolongan dari warga sekitar. Tiga pelaku begal berhasil diamankan. Namun otak perampasan mobil itu, masih buron.

“Selama ini, memang belum ada kasus kejahatan pelakunya menggunakan senpi asli. Satu dari dua kejadian yang terjadi menyatakan senpi yang digunakan komplotan pelaku adalah mainan,” imbuhnya.

Selain itu, mantan Waka Satreskrim Polrestabes Surabaya ini menguraikan masalahnya, sampai sekarang tidak ada aturan yang melarang penjualan senpi mainan.

Oleh karenanya, penjual pistol mainan dengan bebas dapat memasarkan barang dagangannya itu. “Makanya penjualan pistol mainan itu butuh perhatian semua pihak. Karena buktinya pistol mainan dijadikan alat perampasan sudah ada faktanya,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Manang meminta para penjual pistol mainan untuk tidak memasarkan senpi mainan yang memiliki bentuk mirip aslinya secara sembarangan. Menurutnya, sebaiknya menjual kepada pembeli yang sudah dikenal agar tidak disalahgunakan.

“Ini agar penjual memiliki data pembeli. Jadi, kalau ada kejadian bisa ditelusuri siapa pembeli (pemakai)-nya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*