Pelaku Utama Pelemparan Paving Berhasil Ditangkap Polres Sidoarjo

Paving

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Polres Sidoarjo merilis kabar tentang penangkapan dua pemuda yang diduga sebagai pelaku utama pelemparan paving di Jl. Raya Sarirogo. “Ya benar sudah kami tangkap,” terang Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Muhammad Wahyudin Latif  pada hari Jumat (02/09/2016).

Kedua tersangka itu, yakni inisial M N R alias Doni alias Nyambek (20) warga Dusun Lumbang Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Tersangka ditangkap 31 Agustus 2016 sekitar pukul 15.00 Wib. Sedangkan tersangka lainnya, yakni inisial P P alias Kebo (25) warga Dusun Lumbang Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Tersangka P P ditangkap 01 September 2016 sekitar pukul 01.00 Wib. “Sekarang kedua tersangka kami tahan. Dan barang buktinya 2 buah paving, kaca mobil Honda Mobilio dan mobil Avanza warna silver kami amankan sebagai barang bukti kasus pelemparan paving yang meresahkan warga dan pengguna jalan itu,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Muhammad Wahyudin Latif menjelaskan, sebelum melakukan aksinya yang menyebabkan tewasnya warga desa Suruh Sukodono, kedua tersangka lebih dulu pesta miras dengan teman-temannya mulai pukul 19.00 hingga jam 9 malam. Sesudah itu mereka ngopi di sebuah warkop di kawasan Gading Fajar. Sekitar pukul 22.30 keduanya bergeser ke SPBU Sarirogo setelah SMS-an dengan temannya yang bernama Yoga Fernando. Di sana kedua tersangka bertemu 10 temannya yang tergabung dalam kelompok Gabungan Anak Nakal Sawocangkring (GANAS). Saat itu tersangka kedua duduk di atas sepeda motor dan tersangka pertama turun dari sepeda motor dan duduk di sebelah Yoga untuk membahas masalah tawuran dengan kelompok honda CB di daerah Saimbang.

Paska itu, sekitar pukul 01.00 Wib tersangka kedua sempat melihat adanya mobil warna putih jenis station sedang berhenti di depan ATM dekat tambal ban nitrogen. Mendadak tersangka pertama langsung naik motor dan mengajak tersangka kedua. Saat berbelok kearah utara, tersangka M N R melempar mobil Honda Mobilio yang melintas. Tersangka P P yang mengaku tak mengetahui gelagat itu mencoba bertanya alasan temannya itu. Dengan enteng tersangka M N R mengaku sengaja melemparkan paving di tangannya lantaran mobil tersebut tak mau minggir. Saat itu kedua tersangka tetap melanjutkan perjalanannya sampai depan gerbang Perum Griya Bhayangkara dan balik lagi ke SPBU. Disana tersangka turun dari motor dan sempat minta rokok ke temannya. Setelah itu mereka pamit  ke teman temannya untuk pulang. Seusai pamitan keduanya langsung menggeber gas dan melaju kencang ke arah utara sebelum sampai di pertigaan Luwung Desa Sarirogo tersangka kedua sempat melihat dan berpapasan dengan mobil Toyota Avanza warna silver.

Mobil yang kemudikan korban (alm) KH. M. Mustofa tersebut juga dilempar paving oleh tersangka M N R. Mobil bernopol L 1522 XV tersebut hilang kendali dan menabrak tiang PJU hingga mengakibatkan pengemudinya meninggal dunia akibat luka yang cukup parah di kepalanya. Akibatnya perbuatannya tersebut, keduanya bakal dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman 5 tahun penjara. “Dalam kasus ini kami sudah memeriksa 7 saksi. Semua mengarah ke kedua tersangka itu,” pungkasnya.