Polri Tidak Tebang Pilih, Kapolri Bakal Tindak Tegas Pelanggar Hukum Dari Pejabat Polri

press-conference

TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnivian menegaskan bahwa Polri tidak bakal tebang pilih dalam penindakan hukum. Alasannya, siapa pun yang melanggarnya, termasuk pejabat di lingkungan Polri bakal tetap ditindak tegas dan tanpa tebang pilih. Termasuk kasus dugaan penerimaan suap yang diduga diterima AKBP (BRT) dan Kompol D yang tertangkap tangan menerima suap.

“Sekarang yang bersangkutan (BRT dan D) tengah menjalani proses hukum tim Saber Pungli tentang dugaan suap penanganan kasus korupsi proyek cetak sawah,” terang Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian usai menghadiri acara Bhakti Sosial Kesehatan Polri di Lapangan Jenggolo Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (19/11/2016).

Lebih jauh, Kapolri menambahkan jika BRT dan D menjalani pemeriksaan internal Mabes Polri. Pemeriksaan itu terkait tindak pidana maupun kode etiknya. “Sekarang sedang diproses kasusnya. Terdiri dari dua sipil dan dua anggota Polri. Rencananya bakal  terus kami kembangkan,” imbuhnya.

Disamping itu, Kapolri menegaskan jika AKBP BRT dan D terancam hukuman pidana selama dua tahun, maka terancam dipecat. Oleh karenanya, dua perwira itu juga terancam dipecat dari institusi Polri. “Sekarang ini kami tunggu saja hasil penyidikan. Jika memang terbukti akan juga disidangkan kode etik dan pastinya bila terbukti mencoreng nama baik institusi Polri, maka bisa dipecat,” pungkasnya.

Diketahui, Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri AKBP BRT tertangkap tangan menerima suap dari seorang pengacara berinisial HR melalui rekannya, LM. AKBP BRT diduga menerima suap bersama rekannya sesama polisi, berinisial D. Suap diduga mencapai miliaran rupiah. Uang suap itu berkaitan kasus dugaan korupsi proyek cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat, yang tengah ditangani Bareskrim Mabes Polri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*