Reog Ponorogo Singo Menggolo Polres Sidoarjo Sambut Tamu UN Habitat III

 

Reog Ponorogo Singo Menggolo Polres Sidoarjo, merupakan salah satu dari 193 grup kesenian reog yang ikut menyambut ribuan tamu asing di The Third Session Of The Preparatory Committe For UN Habitat III, di Surabaya, Senin, (25/07/2016).

Ketua Reog Ponorogo Singo Menggolo Polres Sidoarjo, Samsul Hadi, mengaku senang dapat menjadi bagian di dalam acara internasional ini. “Apalagi kami diberi kesempatan untuk nguri-nguri budoyo. Sekaligus kami ingin menunjukkan pada para tamu asing, bahwa reog adalah asli kesenian khas Indonesia,” ujarnya.

Pemkot Surabaya sengaja memberikan sambutan berupa Dadak Merak Reog Ponorogo, yang menghiasi seluruh Jalan Wali Kota Mustajab hingga Jalan Sedap Malam. “Ya, 193 Dadak Merak Reog Ponorogo bertuliskan setiap negara ini untuk menyambut para tamu delegasi dalam acara welcome dinner di halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya,” jelas Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser

Untuk sampai ke tempat welcome dinner, para tamu harus berjalan kaki mulai dari tempat meeting di Grand Convex Surabaya. Jalan yang steril dari kendaraan ini sengaja untuk menyambut para tamu dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, terlihat petugas gabungan berjaga ketat disetiap sudut ruang sepanjang jalan itu.

Untuk masuk ke dalam tempat welcome dinner, para tamu terlebih dahulu diperiksa secara ketat oleh pihak keamanan di pintu masuk. Terlihat anjing unit K9 juga berjaga di pintu masuk. Tidak sembarang tamu yang bisa masuk ke dalam lokasi.

Sedangkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut dengan mengenakan baju ala Ning Suroboyo berwarna oranye, didampingi Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana yang mengenakan baju ala Cak Suroboyo.

Mereka berada di baris terdepan untuk menyambut satu per satu perwakilan delegasi. Para tamu tampak tak malu-malu untuk berfoto dengan Dadak Merak yang dipersembahkan mewakili negara mereka.

Contohnya Kristie Daniel asal Kanada ini. “Ini kali pertama saya di Surabaya, sambil melihat kesenian tradisional reog Ponorogo dan saya sangat senang sekali,” katanya.

Tidak hanya itu, Kristie mengaku baru pertama kali melihat Dadak Merak Reog Ponorogo ini. Meski hanya bisa berfoto, Kristie mengaku luas dengan semua sambutan yang diberikan Pemkot Surabaya. “Orangnya di sini sangat ramah sekali, lingkungannya bagus dan tertata rapi dan saya suka sekali berada di Surabaya,” ujarnya.