Sat Lantas Polres Sidoarjo Release Kecelakaan KM 33

release

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Paska diperiksa semalam suntuk, sopir truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina bernopol L 8431 UN yaitu M A (30) ditetapkan sebagai tersangka. Warga Kabupaten Rembang Jawa Tengah itu terbukti lalai karena mengantuk saat mengemudi. Sehingga menyebabkan kecelakaan di ruas Jalur Tol Sidoarjo – Porong KM 33 Desa Karangtanjung Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo.

Insiden kecelakaan maut itu, juga mengakibatkan ledakan kebakaran dua kendaraan yang mewaskan sopir mobil Toyota Avanza bernopol L 1262 WF. Korban tewas itu, Nur Lutfiyanto (49), meninggal di bagian jok kemudinya dengan kondisi terpanggang. Sopir warga JL Marabahan GKB Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik juga diduga kuat telah mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
“Saat pemeriksaan semalam, sebelum ditetapkan tersangka. Tersangka dites urine dan terbukti mengandung amphetamin serta metaphitamin (mengandung narkoba). Untuk lebih jelasnya menunggu hasil tes Labfor Polda Jatim dan cek sample darah tersangka,” terang Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Bayu Prasetyo pada hari Jumat (09/09/2016).
Berdasarkan pengakuan saat pemeriksaan, tersangka mengakui mengkonsumsi sabu-sabu dua pekan sebelum insiden kecelakaan yang menyebabkan jalur Tol Sidoarjo – Porong macet total itu. Selama ini, tersangka mengkonsumsi sabu-sabu hanya untuk menyenangkan diri sendiri. Alasannya, selama ini tersangka masih membujang dan hidupnya tinggal di kos-kosan. Kasat Lantas Polres Sidoarjo AKP Bayu Prasetyo seharusnya sopir dicek bebas narkoba sebelum mengemudi. Oleh karenanya, tim penyidik bakal mempertanyakan masalah itu ke Pertamina meski tersangka bukan termasuk karyawan tetap (organik). Namun selama ini, tersangka sudah bekerja sejak 10 tahun terakhir dengan posisi awal menjadi kenek dan baru Tahun 2011 menjadi sopir. “Saat kejadian, keneknya sakit. Tapi karena harus kirim BBM ke Malang tersangka nekad berangkat sendirian,” ungkapnya.
Sedangkan tersangka bakal dijerat pasal 310 ayat 4 dengan ancaman 6 tahun penjara dan pasal 312 dengan ancaman 3 Tahun penjara.”Makanya sekarang tersangka kami tahan,” tegasnya.

Sementara tersangka M A mengaku sempat menolong korban (sopir Avanza di belakangnya). Namun pihaknya tidak berani karena api semakin membesar. Saat kejadian dirinya menonton selama 1 jam. Namun kemudian menuju kantornya dengan menyelamatkan surat-surat di dalam truknya itu. “Itu karena saya panik. Saat mengemudi memang saya mengantuk berat. Karena saya harus nyopir  PP Surabaya – Malang itu sering sekali. Lantas, ketika saya sampai kantor Osowilangon saya diantar ke Polres Sidoarjo semalam oleh perusahaan,” kilahnya.