Sat Reskoba Polres Sidoarjo Tangkap Pelaku Yang Kedapatan 50 Ribu Pil Koplo Siap Edar

Kasat Reskoba
TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Satuan Reskoba Polres Sidoarjo berhasil menangkap salah satu pengedar pil double L atau pil koplo dan sabu-sabu. Tidak tanggung-tanggung, tersangka terbaru ini siap mengedarkan pil koplo sebanyak 50 ribu butir atau satu tas rangsel serta 2 paket sabu-sabu dengan berat total mencapai 0,66 gram. Tersangka yang baru diamankan petugas Reskoba Polres Sidoarjo dan unit Reskrim Polsek Candi itu adalah A Y. Pria 23 tahun warga Desa/Kecamatan Candi yang bekerja serabutan ini, sudah siap mengedarkan barang haram itu. Selain itu, tersangka sudah berkali-kali mengedarkan pil setan itu tanpa diketahui polisi serta tanpa mengenal siapa pemasoknya.
“Tersangka yang kami amankan ini, kelasnya sudah pengedar. Barang buktinya cukup banyak yakni 50.000 butir pil double L dan sabu-sabu 2 paket yakni 0,2 gram dan 0,46 gram atau total 0,66 gram,” terang Kasat Reskoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tribawanto, Selasa (06/09/2016).
Kasat Reskoba Polres Sidoarjo AKP Redik Tribawanto menerangkan awalnya dalam penggerebekan rumah tersangka itu, tim Satuan Reskoba Polres Sidoarjo mendapatkan informasi dari masyarakat. Yakni di daerahnya sering digunakan tempat transaksi narkoba. Warga curiga melihat transaksi yang sering dilakukan di pinggir jalan itu. Paska melakukan pengintaian, polisi tidak langsung melakukan penangkapan. Petugas menunggu hingga tersangka masuk ke dalam rumahnya untuk memastikan apakah tersangka benar-benar pengedar atau hanya sekedar sebagai kurir. Setelah tersangka masuk ke dalam rumah malam itu, tim buser langsung menggerebek rumah tersangka. Tersangka saat itu, sedang tidur-tiduran di kamarnya.
Akan tetapi, pemuda pengedar pil setan ini tak bisa mengelak lantaran petugas saat menggeledah menemukan sebuah tas rangsel hitam. Isinya 50.000 butir pil koplo itu dan 2 paket sabu-sabu seberat 0,66 gram. Apalagi, tas rangsel itu sering digunakan sebagai transaksi oleh tersangka. Nilainya bisa mencapai Rp 50 juta lebih. Karena kalau diecer per butir dihargai Rp 1.000
Sedangkan akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara serta denda sebesar Rp 8 miliar.

Sementara tersangka A Y mengelak dikatakan sebagai pengedar. Menurutnya dirinya hanya sebagai kurir biasa. Sekali bertransaksi dirinya diberi bonus Rp 200.000 – Rp 300.000. “Saya sudah melakukannya berulang kali. Tapi, tidak pernah bertemu dengan bandar yang memiliki barang haram ini. Biasanya pakai sistem ranjau, tempatnya berpindah-pindah, kebanyakan di jalan raya. Kami tidak saling kenal, hanya lewat telepon perintahnya,” kilah pria yang tubuhnya dipenuhi tato ini.