Sempat Kabur, Tahanan Polsek Taman Yang Melarikan Diri Ditangkap di Lumajang

release

TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Polisi hanya membutuhkan waktu kurang dari empat hari untuk menangkap kembali dua orang tahanan Polsek TamanPolresta Sidoarjo yang melarikan diri dari selnya.

Keduanya, ditangkap di lokasi persembunyiannya di wilayah Pasirian Kabupaten Lumajang. Selama ini, kedua tersangka itu bersembunyi di rumah temannya yang sama-sama pernah menjadi narapidana.

Kedua tahanan yang berhasil diringkus itu adalah H Y (23) warga Desa Sambibulu Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Pria residivis tamatan SMP ini, ditangkap dengan kaki kirinya dilumpuhkan menggunakan timah panas. Sedangkan tahanan kedua adalah R S (27) warga Bebekan Selatan Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Tahanan kabur ini menjadi tersangka kasus pencurian emas. Kini, kedua tersangka yang tubuhnya dipenuhi dengan tatto ini mendekam dalam tahanan Polresta Sidoarjo.

“Kedua tersangka kami tangkap saat berjalan berduaan. Kami terpaksa melumpuhkan tersangka karena saat ditangkap sempat memberikan perlawanan ke petugas dan berusaha melarikan diri lagi,” terang Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Manang Soebeti, Jumat (23/12/2016).

release

Lebih jauh, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo menguraian otak kaburnya tahanan ini adalah H Y. Residivis kasus narkoba ini, sebelumnya juga pernah sempat melarikan diri saat ditahan di Lapas Sidoarjo. Oleh karenanya, dia sempat dipindah-pindahkan ke beberapa Lapas karena selalu berusaha melarikan diri dan membuat keributan di dalam Lapas.

Saat menjalani hukuman 5 tahun penjara Hogen ditahan di beberapa penjara. Diantaranya Lapas Sidoarjo, Lapas Pasuruan, Lapas Lumajang, Lapas Jember, dan terakhir dipindahkan di Lapas Porong.

“Tersangka H Y bebas dari Lapas Porong 25 Oktober 2016 karena kasus narkoba. Kemudian ditangkap Polsek Taman pada Nopember 2016 kemarin karena kasus penipuan dan penggelapan motor. Track record Hogen memang suka melarikan diri dan bikin keributan,” pungkasnya.

Saat ini, Polisi juga tengah melakukan pengejaran terhadap rekan H Y yang membantunya melarikan diri. Caranya dengan memasukkan gergaji besi sepanjang 30 cm ke dalam roti yang dikirim ke Polsek Taman.

“Identitas dan alamatnya sudah kami kantongi. Dia merupakan rekan H Y selama menjadi narapidana,” imbuhnya. Jika berhasil ditangkap, ia bakal dijerat 2 pasal sekaligus.

Yakni pasal 223 KUHP tentang Membantu Meloloskan Tahanan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan serta pasal 170 ayat 1 KUHP tentang Terang-Terangan Membantu Tahanan Kabur yang diancam hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 2 tahanan Polsek Taman kabur dari selnya setelah menjebol atap dan menggergaji teralis besi yang ada di atas plafon ruang tahanan, Senin (19/12/2016) pukul 01.00 WIB dini hari.

Kejadian tersebut membuat lima orang petugas Polsek Taman yang bertugas pada saat itu harus menjalani interogasi oleh Satuan Propam Polresta Sidoarjo Dan mereka pun mendapatkan sanksi disiplin dari satuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*