Simpan Sabu-sabu, Oknum Perwira Ditetapkan Sebagai Tersangka

Release

TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Oknum yang menjabat sebagai Wakapolsek inisial H tertangkap tangan langsung oleh Kapolresta Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir. Dia kedapatan menyimpan sabu-sabu dan senjata api rakitan jenis revolver. Kini, status wakapolsek itu meningkat menjadi tersangka. “Setelah menjalani tes urine dan pemeriksaan, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” terang Kapolresta Sidoarjo AKBP M Anwar Nasir kepada wartawan di mapolresta, Selasa (15/11/2016).

Oknum inisial H (46) terkena OTT langsung oleh kapolresta Sidoarjo. Kejadian itu bermula ketika Kapolresta Sidoarjo mengunjungi Mapolsek Balongbendo untuk mendapatkan laporan langsung kronologis adanya salah satu tahanan Polsek Balongbendo yang nekat melarikan diri.

Saat di mapolsek, Kapolresta melihat keadaannya kurang sehat dan curiga dengan kondisinya. Kapolresta pun memeriksa dan menggeledah oknum tersebut, ternyata ditemukan barang bukti berupa dua poket sabu-sabu di saku celananya dengan berat masing-masing 0,36 dan 0,48 gram.

Dari hasil pengecekan di laci meja kerjanya juga ditemukan barang bukti sabu-sabu lainnya seberat 3,36 gram, alat hisap sabu (bong) serta senjata api rakitan jenis Revolver. Dan dari hasil pemeriksaan, tes urine oknum yang berinisial H tersebut dinyatakan positif. Sedangkan, senjata api rakitan revolver, pengakuan perwira pertama itu memilikinya sejak menjabat sebagai Perwira Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Pasalnya, senjata api resmi miliknya terjatuh.

Selain memeriksa kepemilikan narkoba dan senjata api rakitan, Propam (provost) Polresta Sidoarjo juga memeriksa dua mobil milik oknum tersebut yaitu  jenis Toyota Yaris nopol L 1576 YS dan Daihatsu Xenia nopol P 1908 NT. “Dua mobil ini tidak memiliki dokumen yang sah. Diduga dari hasil kejahatan,” tuturnya.

Kapolresta Sidoarjo menerangkan, track record H di kepolisian, pernah mendapatkan sanksi disiplin sebanyak dua kali, karena terkait narkoba. Pada Tahun 2011, saat dites urine hasilnya positif. Sedangkan pada Tahun 2014, tidak mau dites urine.

“Tersangka oknum inisial H untuk sementara masih ditahan di Mapolresta Sidoarjo. Dalam waktu dekat, akan kita titipkan di tahanan Mapolda Jatim,” tandasnya sambil menambahkan, tersangka dijerat pasal 112 dan pasal 114 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara 12 tahun, maksimal 20 tahun.