Tergiur Untung Besar, Dua Warga Pager Ngumbuk Ngecer Togel Ditangkap Petugas Polsek Wonoayu

Wonoayu

TRIBRATA NEWS POLRESTA SIDOARJO-Hanya gara-gara tergiur bonus dan iming-ming mendapatkan keuntungan besar, sebanyak 2 warga Dusun Bendet Desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu nekat berjualan dan mengecer judi nomor Totoan Gelap (Togel). Keduanya, sampai lupa daratan hanya karena tergiur untuk penghasilan dari berjualan togel.

Kedua tersangka itu masing-masing adalah I S (47) yang ketagihan menjadi pengepul togel selama tujuh bulan terakhir. Kini, tersangka harus menebus perbuatannya, bapak satu anak ini harus mendekam dalam tahanan Polsek Wonoayu. Selain itu, Polisi juga menangkap S (44) yang berperan sebagai pengepul nomor togel. “Kami tangkap kedua tersangka di Warung Kopi (Warkop) milik tersangka pertama tanpa perlawanan. Saat ditangkap kedua tersangka yang masih tetangga itu sibuk merekap nomor pesanan pelanggan,” terang Kapolsek Wonoayu AKP Heriyanto, Sabtu (22/10/2016).

Selain itu, Kapolsek Wonoayu ini mengungkapkan penangkapan kedua tersangka berawa dari adanya informasi warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selama ini, TKP penangkapan kedua tersangka merupakan tempat tersangka menjalankan bisnis haramnya itu. I S dan S diketahui biasa menerima uang tombokan dari para pejudi dan mencatat nomor rekapan togel. “Memang keduanya sama-sama pengecer kupon togel. Keduanya rukun dan selalu merekap di TKP itu. Dalam penangkapan itu, kami amankan barang bukti 3 lembar kertas dan kupon rekapan, dua buah Hand Phone (HP) dan uang tunai Rp 47.000 hasil penjualan nomor togel,” imbuhnya.

Kedua tersangka, bakal dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara salah seorang tersangka, I S mengaku tergiur dengan keuntungan yang diperoleh dari mengecer nomor kupon togel. Dalam sekali bukaan, omzet yang didapat 15 persen dari total uang dari pejudi yang bakal disetorkan ke koordinator di atasnya. Menurutnya, bisnis togel yang dijalankannya setiap hari buka lantaran penghasilan dari warung kopi tidak seberapa dan tidak mencukupi kebutuhannya.