Unit Reskrim Polsek Balongbendo Tangkap Pasutri Yang Jadi Kurir Sabu

Sabu Balben

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO- Dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu ditangkap oleh unit Reskrim Polsek Balongbendo, di kos-kosan Desa Penambangan Kecamatan setempat, kemarin sekitar pukul 19.00 Wib. Kedua tersangka tersebut, diketahui berinisial A B (30) warga Desa Bareng Krajan Kecamatan Krian dan I K (22) warga Desa Kalijaten Kecamatan Taman. Ironisnya, mereka termasuk pasangan suami istri (Pasutri) yang sudah lama diintai Polisi, lantaran disinyalir menyimpan narkoba atau menjadi kurir pengantar barang (Sabu) setiap kali ada transaksi dari pihak pemesan.

Selain berhasil mengamankan kedua tersangka, Polisi juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa sabu seberat 3,38 gram, 4 buah handphone berbagai jenis merk. 1 unit sepeda motor, 1 buah timbangan elektrik berserta alat hisap, 2 ATM BCA berikut uang tunai senilai Rp 6.550.000. Akibat perbuatannya pasangan pasutri tersebut harus menjalani hari-harinya di jeruji besi tahanan Mapolsek Balungbendo.

Kapolsek Balongbendo Kompol Sutriswoko mengatakan, penangkapan terhadap A B dan I K ini bermula dari informasi masyarakat. Selanjutnya berdasarkan laporan tersebut, beberapa petugas reskrim Polsek setempat bergegas melakukan lidik di sekitaran lokasi. Begitu dipastikan kebenarannya, kemudian Polisi segera mengepung dan melakukan penggerebekan di kamar kos tempat mereka tinggal. Alhasil, Polisi menemukan narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam kamar kos.

“Saat ini, keduanya sudah kita tangkap. Sedangkan beberapa BB yang kita sita dari tangan mereka, sudah kita amankan di Mapolsek Balong bendo, guna penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kompol Sutriswoko, Selasa (16/8).

Sementara ituterhadap kedua tersangka akan dilakukan tindak lanjut penyidikan guna mencari tahu dari mana mereka memperoleh barang haram tersebut. Selain itu, juga sebagai acuhan untuk mengungkap siapa bandar di atasnya. Di hadapan penyidik, tersangka mengaku menjadi pengguna belum lama dan hanya coba-coba. Meski begitu, tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.