Unit Reskrim Polsek Candi Tangkap Pengepul Togel

Togel

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Masih maraknya praktik judi togel di Kota Delta tampaknya mendapat perhatian dari aparat Kepolisian. Misalnya, ungkap kasus dari jajaran unit reskrim Polsek Candi. Mereka mengamankan S yaitu pengepul togel di Desa Sugihwaras Kecamatan Candi. Penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat yang menyebut ada transaksi judi togel di Desa Sugihwaras. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas akhirnya menemukan lokasi transaksi antara pejudi dan pengepulnya. Yakni, sebuah warung kopi.

Berbekal informasi yang sudah didapat, Kanitreskrim Polsek Candi Isbahar Buamona mendatangi warung kopi itu seorang diri. Keputusan itu bukan tanpa sebab. Dia tidak ingin rencana penangkapan dicurigai dan gagal. Dengan hanya memakai kaos oblong dan celana pendek, Kanit Reskrim mendatangi warung kopi. Awalnya, dia bersikap seperti pembeli pada umumnya. Memesan minuman dan mengambil beberapa makanan ringan. Dengan santainya dia ngobrol dengan S yakni penjaga warung. Saat kondisi sudah cair, Kanit Reskrim Polsek Candi mulai berpikir mencari alat bukti judi. Mantan Kanitreskrim Polsek Jabon itu lantas mengutarakan niatannya memasang nomer togel. S mengaku usaha sampingannya adalah pengepul togel. Untuk meyakinkan, dia bahkan menunjukkan handphonemiliknya yang berisi rekapan nomer togel dari pejudi.

Menyadari penyamarannya berhasil, Kanit Reskrim Polsek Candi langsung bertindak. Dia bergegas menunjukkan lencana Polisi dan melakukan penangkapan. S tidak menyangka, bapak dua anak itu hanya bisa pasrah. Selain rekapan nomer togel, barang bukti dari pria 35 tahun tersebut adalah sejumlah uang dari para pejudi. Jumlahnya Rp 35 ribu. “Selama ini yang jadi langganan pejudi adalah pembeli di warung,” Ujar Kanit Reskrim Polsek Candi, Sabtu,  (27/8).

S mengaku baru satu bulan melakoni usaha terlarang itu. Dia mengaku keuntungan yang didapat lumayan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Untung dari usaha warung kopi, menurutnya tidak banyak. Uang dari pejudi, lanjutnya, biasa disetor kepada pria berinsial GO yang tinggal di Sukodono. Dalam sekali bukaan dia mendapat komisi sepuluh persen dari total uang para petaruh. “Gak tahu sama sekali kalau itu polisi,” sesalnya.