Unit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan

Sidoarjo Kota

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Anggota unit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota berhasil mengamankan empat tersangka pengeroyokan yang tak lain temannya sendiri. Gara-gara tidak mampu mengendalikan emosi, M M (26) harus berurusan dengan Polisi. Bersama tiga orang temannya, M M menghajar Rivan Nahak pada hari Senin malam tanggal 29 Agustus 2016.

Diketahui, insiden pengeroyokan itu berawal dari ejekan yang dilontarkan Rivan kepada A M, saudara M M. Cerita bermula ketika Rivan mengajak A M ngopi sekitar pukul 22.00 Wib. Namun, ajakan itu mendapat penolakan. A M mengaku tidak bisa karena sudah ditunggu istri di rumah. Mendapati alasan seperti itu, Rivan lantas berceletuk. “Cemen loh mas brow, dasar kau suami takut istri,” cetus Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol M Naufil Hartono, menirukan ledekan Rivan. Nah, waktu itu kebetulan ada M M di lokasi. Warga Kalabahi NTT, yang kos di kawasan Lontar Surabaya tersebut sedang berkunjung ke tempat kos A M di Cemengkalang Sidoarjo.

Melihat suadaranya dicela, M M tidak terima. Dia lantas mengumpulkan tiga orang temannya yang tinggal di Surabaya. Mereka adalah L N (26), C U (23), dan D L (24). Ketiganya warga Kupang NTT. “Empat tersangka kemudian mendatangi tempat kos korban. Letaknya tidak jauh dari kosan A M,” ujar Naufil.

Di depan tempat kos Rivan, para tersangka langsung bertindak brutal. Awalnya, mereka mendobrak pintu kos. Selanjutnya, membabi buta memukuli korban. Tidak hanya dengan tangan kosong, pengeroyokan itu juga menggunakan batang bambu.  Kemudian korban luka di sekujur tubuh dan sempat dirawat sebentar di RSUD Sidoarjo.

Untungnya, saat itu ada anggota Polisi yang berpatroli yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi. Dengan bantuan warga sekitar, Polisi akhirnya dapat mengamankan keempat tersangka. Saat ditemui di Mapolsek, M M mengaku sangat kesal dengan Rivan. Menurut dia, korban sudah bertindak tidak sopan kepada saudaranya.

“Tiga orang ini teman kerja saya di Surabaya. Di sana, kami sopir pabrik,” ucapnya. Lantas, apakah pengeroyokan itu dilakukan di bawah pengaruh minuman keras (miras) ? M M membantah. Dia mengatakan, pengeroyokan itu murni terjadi karena emosi. “Rivan sudah kurang ajar,” sebutnya.