Unit Reskrim Polsek Taman Amankan Residivis Narkoba Aniaya Istri Siri

Taman

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Saking kesalnya SMS tak dibalas, ditelpon tak diangkat membuat A W (42) geram. Pria yang merupakan residivis narkoba ini menghajar istri sirinya Endang Sisyanti (38) menggunakan Handphone hingga babak belur di bagian mata sebelah kanan. Kini pria asal Desa Bodog Sidorejo Kecamatan Sumobito Jombang ini harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Taman.Usai melakukan visum di Puskesmas, Endang segera melapor ke Polsek Taman. Endang mengaku saat itu dirinya usai pulang bekerja sekitar pukul 09.00 Wib. Wanita yang sehari-harinya kos di Jalan Taruna Desa Wage Kecamatan Taman ini kaget jika suaminya sudah ada di kosannya. “Dia marah-marah karena sms gak dibales dan telepon gak diangkat. Saya kan lagi kerja makanya saya gak tahu,” ujarnya, Jumat (26/8).

Lantaran lelah usai pulang bekerja dan dituduh selingkuh, wanita asal Desa Karangsari Kecamatan Sukodono kemudian melemparkan HP miliknya. Ternyata dia tidak terima lalu diambilnya HP korban dan kemudian dipukulkan ke mata korban. Setelah itu tangan korban diikat dan kaki diinjak. Tak ayal, teriakan Endang ini membuat warga mendatangi sumber kejadian. Tersangka langsung diamankan warga. Sementara Endang dibawa ke puskesmas. Endang berharap agar suaminya itu dihukum seberat-beratnya.

Sementara Kapolsek Taman Kompol Sudjut mengatakan kalau tersangka ini sebenarnya pernah ditahan di LP Pamekasan. Menurutnya A W ditangkap petugas lantaran terkait kasus narkoba tahun 2014. Dia baru keluar 6 bulan yang lalu sebelum di penjara pekerjaan sehari-harinya sopir taksi. Setelah keluar dari penjara, tersangka ini pulang ke rumah istri sahnya. “Lalu ia mencoba menghubungi istri sirinya namun tidak ada tanggapan. Dugaan sementara motifnya karena cemburu,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek. “Ini karena korban sudah tidak mau diselesaikan secara kekeluargaan. Tersangka kami kenakan pasal penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.