Unit Reskrim Polsek Waru, Ringkus Pengedar Ganja

Waru

TRIBRATA NEWS POLRESTA SIDOARJO-Petugas unit Reskrim Polsek Waru berhasil meringkus pengedar ganja saat melakukan penggerebekan di sebuah kafe di kawasan Waru. Tersangka yang diamankan petugas itu adalah pria dengan inisial P K warga Desa Pepelegi Kecamatan Waru. Pemuda berusia 20 tahun itu ditangkap saat sedang dalam pengaruh daun setan yang dikonsumsi. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti ganja seberat 5 gram.

“Saat kami geledah, tersangka menyimpan ganja itu di dalam bungkus rokok milik tersangka,” terang Kapolsek Waru Kompol Moch Fathoni, Jumat (21/10/2016).

Kapolsek Waru Kompol Moch Fathoni menerangkan bahwa awalnya petugas mendapat informasi adanya sebuah kafe di kawasan Pepelegi yang sering menjadi lokasi pesta ganja. Dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan. Hasilnya, diketahui ada beberapa orang yang menghisab daun setan itu pada jam-jam tertentu. Dua personel berpakaian preman lantas kembali melakukan pemantauan. Mereka terus mengawasi gerak-gerik pengunjung yang dinilai mencurigakan.

“Beberapa menit berselang, Polisi mendapati seorang pemuda yang berjalan sempoyongan masuk ke dalam kafe. Waktu tersangka masuk ke kafe kami juga ikut masuk ke dalam seolah-olah pengunjung,” imbuh Kapolsek Waru.

Selain itu, di dalam kafe Polisi tidak mendapati orang yang diincar. Meski begitu, Polisi tidak patah arang. Mereka mencari target incaran ke kamar mandi kafe. Benar saja, orang yang dicurigai menggunakan narkoba sedang menghisab ganja di depan kamar mandi. Begitu melihat anggota Polisi, tersangka langsung melempar bungkus rokok ke tong sampah. “Tersangka sempat berusaha lari saat akan diringkus. Tetapi, tetap tertangkap. Saat memeriksa bungkus rokok yang dibuang tersangka petugas menemukan lima klip plastik berisi daun ganja kering. Makanya tersangka langsung digelandang ke Polsek,” paparnya.

Sementara tersangka P K mengaku baru mengenal ganja dua bulan lalu. Tersangka mendapat informasi cara mendapatkan narkoba dari teman lamanya. “Saya kemarin baru coba-coba,” kata  pria yang sehari-hari bekerja di perusahaan ekspedisi ini.

Selain itu, bungsu dari tiga bersaudara itu membeli ganja dari rekannya inisial T. Mereka melakukan transaksi melalui BBM terlebih dahulu. Setelah memesan ganja yang diinginkan, keduanya bertemu di pinggir Jalan Raya Gedangan. “Setiap paket ganja dihargai Rp 50.000 sampai 100.000. Bukan untuk diedarkan. Beberapa teman memang ada yang titip ke saya,” kilahnya.