Warga Resah Lantaran Guru Ngaji Meninggal Dimakamkan Diruang Tamu

Prambon

TRIBRATA NEWS POLRES SIDOARJO-Warga Dusun Jedong Pandaian Desa Jati Alun-Alu, Kecamatan Prambon mengaku resah. Ini menyusul, adanya pemakaman almarhum Budi Sudarsono (46) yang disemayamkan di dalam ruang tamu rumahnya pada hari Senin (12/09/2016) malam lalu.

Namun, warga Dusun Jedong Pandaian Desa Jati Alun-alun Kecamatan Prambon Kabupaten Sidoarjo itu menjadi bahan perbincangan para tetangga terdekat almarhum. Warga mengaku ketakutan dengan adanya makam di dalam rumah itu dan meminta makam guru ngaji itu bisa dipindahkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Prambon AKP Satuji menyebutkan, ustadz Budi meninggal di rumah sakit karena penyakit yang dideritanya. Pihak keluarga memakamkan almarhum di dalam ruang tamu itu, karena adanya wasiat almarhum kepada Ida (42) istrinya agar dimakamkan di dalam rumah itu.

“Memang almarhum berwasiat kepada ahli warisn agar beliaunya saat meninggal dimakamkan di dalam rumah. Setelah itu saya berkoordinasi dengan warga radius beberapa meter tidak ada yang keberatan. Makanya wasiat almarhum dijalankan pihak keluarga,” terang Kapolsek Prambon, Kamis (15/09/2016) malam.

Ditanya mengenai adanya keresahan warga saat ini atas adanya makam di dalam rumah itu, Ansori mengaku sebelumnya sudah membuatkan surat pernyataan kepada warga sekitar sebelum pemakaman itu. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kiai dan warga tidak keberatan maka saya memberanikan diri memakamkan almarhum di dalam rumahnya itu,” imbuhnya.

Sementara salah seorang warga setempat, Abdul Rozak (55) mengaku ketakutan dengan keberadaan makam itu. Terutama anak dan cucu perempuannya. Alasannya, jarak makam dengan kamar anaknya berjarak kurang lebih sekitar satu meter. “Karena jaraknya dekat itu, kami menderita tekanan batin karena anak cucu saya juga ketakutan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Rozak dirinya memang sempat menandatangani surat pernyataan yang diberikan perangkat desa. Akan tetapi, dirinya tidak memahami isi surat pernyataan itu. Saat itu, Rozak mengira surat pernyataan yang ditandatangani bersama tiga warga lainnya, diperuntukkan kepada seluruh warga setempat. Hal senada yang dikatakan Abdurrohim (53), tetangga yang tidak jauh dari keberadaan makam ustadz itu. Pihaknya khawatir para murid dari ustadz yang dimakamkan di dalam rumah itu menjadi musyrik.

Kapolsek Prambon AKP Satuji di lokasi menegaskan dengan semakin banyaknya warga yang resah dan mengeluh dengan makam di dalam rumah itu, pihaknya bakal mengevaluasi ulang keberadaan makam itu dengan melibatkan aparat desa dan warga sekitar. “Insyaallah kami akan tinjau kembali dan akan dimusyawarahkan dengan tokoh-tokoh agama. Karena keluhan warga semakin banyak dan kuat,” pungkasnya.